16 April 2017 10:23 wib
  • pendidikan

Latar Belakang

Dalam rangka mengembangkan kerjasama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dengan berbagai universitas luar negeri, berbagai kegiatan kunjungan ke beberapa lembaga dan universitas di luar negeri perlu dilakukan. Keberadaan Project Implementing Unit (PIU) di UIN Sumatera Utara Medan sebagai perpanjangan tangan dari bantuan Islamic Development Bank (IsDB) memberikan fasilitas pelaksanaan kegiatan dimaksud.

Bantuan dana dari IsDb tersebut meliputi bantuan fisik pembangunan gedung perkuliahan bagi kampus baru UIN Sumatera Utara dan kegiatan-kegiatan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Diantara berbagai jenis kegiatan pengembangan SDM tersebut sebagaimana yang telah disepakati dalam MOM adalah kegiatan studi banding (Comparative Study) ke berbagai Negara.

Pada tahun ini, Azerbaijan merupakan salah satu Negara yang menjadi pilihan untuk dikunjungi karena adanya hubungan baik yang sudah terjalin dengan Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan di Baku. Kedutaan Besar RI (KBRI) di Baku akan menyelenggarakan pameran budaya dan pendidikan dan UIN Sumatera Utara diundang untuk berpartisipasi dalam event ini. Disamping itu KBRI juga memfasilitasi UIN Sumatera Utara untuk mengunjungi berbagai universitas terbaik di Baku, diantaranya Azerbaijan University of Languages (ADU), Indonesian Center, Multiculturalism Center, Baku State University, Qafkaz University; dan Higher Oil University. Di Universitas-universitas inilah Rektor UIN Sumatera Utara membangun nota kesepahaman (MOU) dalam pengembangan kegiatan akademik. 

Disamping hubungan baik yang sudah terjalin dengan Kedutaan Besar RI, Azerbaijan sebagai salah satu Negara berbasis Islam telah lama dikenal dalam sejarah perkembangan Islam oleh masyarakat akademik UIN-SU. Negara yang terletak di tepi danau Caspia bekas jajahan uni Soviet ini memiliki ciri budaya tersendiri. Sekalipun menjadikan Islam sebagai landasan negaranya, mereka secara umum tidak terlalu religious dalam mengamalkan ritual agamanya.    

Sebagai sebuah perguruan tinggi yang telah beralih status dari Institut menjadi Universitas, UIN Sumatera Utara Medan perlu terus menerus mengembangkan berbagai bentuk kerjasama dan dengan berbagai lembaga, baik dalam dan luar negeri. Hal ini dilakukan untuk memperkuat eksistensi UIN pada peringkat nasional maupun Internasional.   

Dengan demikian, kegiatan Comparative Study atau Studi Banding ini meliputi 2 aktifitas:

  1. Berpartisipasi pada pameran pendidikan dan budaya yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan;
  2. Mengunjungi berbagai universitas untuk menjalin kerjasama dan membuat Nota Kesepahaman dalam bidang akademik.

 

Peserta

Adapun peserta kegiatan Studi Banding ke Azerbaijan ini adalah:

  1. Prof. Dr. Saidurrahman, MAg. (Rektor)
  2. Prof. Dr. Djafar Siddik, MA. (Guru Besar UIN-SU)
  3. Prof. Dr. Amroeni Drajat, MA. (Wakil Rektor III)
  4. Dr. Chuzaimah, MA. (WD II FEBI)
  5. Ali Akbar Simbolon, MA. (Kepala Pusbinsa)
  6. Dra. Retno Sayekti, MLIS.  (Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan).

Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan comparative study ini adalah untuk:

  1. Mempromosikan lembaga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara pada masyarakat Azerbaijan;
  2. Membangun nota kesepahaman (MOU) dengan beberapa universitas di Azerbaijan dalam bidang pengembangan akademik.

Sasaran

Yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah meningkatnya kuantitas kerjasama dengan berbagai universitas kelas dunia yang akan memperkuat lembaga universitas Islam dalam bidang pendidikan dan pengajaran; penelitian dan publikasi ilmiah; dan meningkatkan kuantitas mahasiswa internasional yang akan belajar dan menimba ilmu di UIN Sumatera Utara. Ini semua akan menjadi indikator kepercayaan dunia terhadap UIN Sumatera Utara dan secara otomatis akan menjadi penguatan bagi lembaga universitas.

Hari 1 Jumat 18 Nopember 2016: Perjalanan Menuju Baku, Azerbaijan

Perjalanan menuju Baku dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 18 Nopember 2016. Peserta yang terdiri dari enam orang tersebut terbagi kedalam 2 rombongan. Rombongan pertama adalah Prof. Dr. Djafar Siddik, MA., Prof. Dr. Amroeni Drajat, MA. Dan Dra. Retno Sayekti, MLIS. yang berangkat dari Medan pada pukul 14.05. Sedangkan rombongan lain yang menyusul adalah Prof. Dr. Saidurrahaman, MA. (Rektor), Dr. Chuzaimah, MA. Dan Ali Akbar Simbolon, MA. Yang berangkat pada pukul 16.05.

Penerbangan dari Medan ke Baku tidak connecting, maka penerbangan dari Medan menggunakan penerbangan domestic dengan maskapai Garuda GA 189 yang memakan waktu 2 jam menuju Jakarta dari pukul 14.05 hingga 16.30 menit. Tiba di Jakarta kami transfer ke terminal internasional untuk melanjutkan penerbangan ke luar negeri. Di terminal Internasional ini kami baru bertemu dengan rombongan ke dua untuk bersama-sama melakukan check-in dan terbang ke Turki dengan menggunakan maskapai penerbangan yang sama, yaitu Turkish Air.

Penerbangan ke luar negeri ini memakan waktu 11 jam dari pukul 21:00 hingga tiba di Istambul pukul 05:00 waktu setempat atau pukul 08:00 wib.  Setibanya di bandara internasional Istambul, Turki, rombongan terpisah lagi menjadi dua kelompok. Kelompok Rektor dan rombongan menggunakan maskapai penerbangan yang berbeda untuk terbang ke Baku. Oleh karena itu mereka harus check-in kembali. Penerbangan lanjutan kelompok Rektor dilakukan pada pukul 13.05 sehingga mereka masih harus menunggu waktu 4 jam lagi. Sementara rombongan Prof. Dr. Djaffar Siddik karena masih melanjutkan dengan menggunakan maskapai Turkish Air, melanjutkan perjalanan ke imigrasi dan menunggu di bandara sampai saatnya harus melanjutkan penerbangan pada pukul 16.05. Dengan demikian masih ada spare waktu 10 jam menunggu di bandara untuk melanjutkan penerbangan berikutnya.

 

 

Hari 2: Sabtu 19 Nopember 2016, Tiba di Baku

Tiba di Baku pada tanggal 19 Nopember 2016 pukul 20:00 waktu setempat. Kedatangan kami dijemput oleh staf Kedutaan Besar RI di Azerbaijan. Udara sangat dingin mencapai suhu 4 derjat celcius. Selanjutnya dari Bandara kami diantar menuju ke Hotel. Perjalanan dari bandara ineternasional menuju hotel Crown memakan waktu 45 menit. Setibanya di hotel kami disambut oleh beberapa orang pegawai Kedutaan Besar RI. Setelah beramahtamah beberapa waktu dan mereka memberikan penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan dan keberangkatan besok hari dan setelah kami mendapatkan kamar masing-masing kami bergegas menuju kamar untuk beristirahat.

 

Hari 3: Minggu 20 Nopember 2016, Mengikuti Pameran Budaya dan Pendidikan Indonesia

Kegiatan hari pertama direncanakan akan dimulai pukul 14:00 dan peserta akan dijemput di hotel pada pukul 11:00 waktu setempat. Berhubung pelaksanaan kegiatan masih lama lagi beberapa peserta wanita pergi bergabung dengan rombongan dari berbagai lembaga lain seperti dari Balai Litbang Kementerian Agama Jakarta dan Universitas Ibnu Chaldun Bogor untuk berbelanja di pasar tradisional Sederek. 

Pada pukul 13:00, setelah kembali dari berbelanja, seluruh peserta dijemput oleh bus di hotel untuk diantar ke tempat pameran. Kami membawa buku-buku dan beberapa souvenir tradisional dari bahan ulos dan batik Batak untuk dipamerkan. Setibanya di area pameran, rombongan dari Medan salah memasuki gedung. Di gedung yang kami masuki tersebut kami harus melalui pintu detector yang ditunggu oleh dua orang petugas security. Pada saat kami akan membawa barang-barang pameran, mereka mencurigai kami dan menanyakan kepada kami tentang isi koper yang kami bawa dalam bahasa Azerbaijan. Mayoritas orang Azerbaijan kurang bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris kecuali mereka yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Kami tidak dapat memahami apa yang mereka bicarakan, lalu kami dibawa kepada salah seorang petugas lain yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Kami menjelaskan maksud dan tujuan kami, tetapi mereka tetapi tidak mau mengerti dengan tujuan kedatangan kami. Setelah kami melihat tak seorang pun petugas dari KBRI atau mengenal salah seorang dari rombongan peserta pameran, baru kami menyadari  bahwa kami salah masuk gedung. Tetapi sudah terlanjur mereka mencurigai kami, maka kami ditahan tidak boleh keluar gedung tersebut dengan alasan mereka sedang memanggil seseorang. Setelah cukup lama kami menunggu tak seorang pun dating dari petugas mereka menemui kami, kami mengatakan bahwa kami salah masuk gedung dan meminta untuk diizinkan keluar. Mereka tidak serta merta memberikan izin sampai salah seorang petugas dari gedung lain yang merupakan penduduk local dating dengan salah seorang staf KBRI dan menjelaskan duduk permasalahannya dalam bahasa Azerbaijan. Pada akhirnya buku kami yang mereka tahan dikembalikan kepada kami dan kami meninggalkan gedung tersebut dan menuju gedung festival budaya dan pendidikan Indonesia.

Di gedung festival ini kami mulai menyusun barang-barang pameran berupa buku brosur-brosur dan souvenir pada booth yang telah disediakan oleh KBRI untuk kami. Para pengunjung pun mulai berdatangan satu persatu dari penduduk local bahkan sebelum acara pembukaan resmi dimulai. Pada pukul 15:00 acara festival hari itu dibuka dengan acara tari-tarian dari berbagai daerah di Indonesia di lantai 2 gedung tersebut. Sementara itu, pameran produk Indonesia dari berbagai lembaga dari tanah air mengambil tempat di lantai 1.